Kita tak pernah tahu
Apa yang Kita buat
Menjadikan orang jauh dengan Kita
Percakapan
Perbuatan
Memek muka
Tanpa Kita sedar
Menyakiti orang lain
Kadang aku
Kadang kau
Kalaulah aku seperti orang lain
To know what to do
In what circumstances
To always soft in spoken
To always smile
And sweet
I wasn't born that
But I'm trying
Believe me I'm trying so hard
But when I didn't speak
It's not that I'm angry or snobby
It's just that Im ashamed
Ashamed of me
Monday, May 20, 2019
Thursday, May 16, 2019
Berkira eh
Aku doa biar ko rasa apa yang aku rasa
Nanti waktu tu kau boleh cakap balik
Apa yang aku rasa tu biasa
Ada benda benda dalam dunia ni sensitif
Kalau aku berkira, banyak kot.
Nasib aku tak Kira
Tapi kadang tu,
Kau berkira benda yang macam tu
Kau rasa aku gembira?
Syaitan tak Ada dah sekarang Ni
Tapi takut memories tu Ada
Nanti syaitan dapat detect
Nanti dia cungkil balik
Penat nak tepis.
Dan kalau benda tu ko berkira
Ko rasa apa aku tengok pada kau?
Marah?
Tak.
Lebih pada....
"Ya tuhan...Bantu aku..."
Wednesday, May 15, 2019
Nak la Ni..
Berapa Kali berkira2 nak beli dia ni.
Tapi berkali tu juga lah tak beli2
I'm a professional procrastinate.
Whooa...take it to the whole new level.
Tapi berkali tu juga lah tak beli2
I'm a professional procrastinate.
Whooa...take it to the whole new level.
Tuesday, May 14, 2019
Ramadan Kali ini
Ramadhan Kali ini
Perjalanannya sangat perlahan
Sunyi dan sepi
Hanya tawa Dan tangis anak2 pengubat jiwa
Ramadhan Kali ini
Tidak lagi menggeletek Hati
Tidak lagi mengundang tawa
Tidak lagi mengundang ria
Ramadhan Kali ini
Lebih banyak harapan tersemai
Lebih banyak air mata tertumpah
Lebih banyak kudrat menuntut
Lebih banyak rindu bertaut
Inilah rasanya
Bila Masa beralih
Bila manusia berubah
Bila Nikmat ditarik
Inilah penghujungnya
Ramadhan Kali ini
Harapan tersemai
Cita-cita tersemat
Doa menggunung
Moga dalamnya rahmat mendatang
Perjalanannya sangat perlahan
Sunyi dan sepi
Hanya tawa Dan tangis anak2 pengubat jiwa
Ramadhan Kali ini
Tidak lagi menggeletek Hati
Tidak lagi mengundang tawa
Tidak lagi mengundang ria
Ramadhan Kali ini
Lebih banyak harapan tersemai
Lebih banyak air mata tertumpah
Lebih banyak kudrat menuntut
Lebih banyak rindu bertaut
Inilah rasanya
Bila Masa beralih
Bila manusia berubah
Bila Nikmat ditarik
Inilah penghujungnya
Ramadhan Kali ini
Harapan tersemai
Cita-cita tersemat
Doa menggunung
Moga dalamnya rahmat mendatang
Monday, May 13, 2019
Macam2 hati
Awak...oo...awak
Ada ke tak tu?
Kenapa tak terasa Ada pun yer?
Selalu kalau Ada dia yang bising.
Tak pernah nak diam
Suka suruh orang nangis
Rasa macam2.
Tapi...kebelakangan ni
Dia diam jer...
Buat tak tahu jer...
Buat kering jer
Mana pergi ?
Mana hilang?
Dan pasti, ia lebih menakutkan
Bilamana HATI malas merasa
Otak cakap tak payah layan
Dan Hati pun mendengar.
Ada ke tak tu?
Kenapa tak terasa Ada pun yer?
Selalu kalau Ada dia yang bising.
Tak pernah nak diam
Suka suruh orang nangis
Rasa macam2.
Tapi...kebelakangan ni
Dia diam jer...
Buat tak tahu jer...
Buat kering jer
Mana pergi ?
Mana hilang?
Dan pasti, ia lebih menakutkan
Bilamana HATI malas merasa
Otak cakap tak payah layan
Dan Hati pun mendengar.
Sunday, May 5, 2019
Please all and you please none
| The Man, the Boy, and the Donkey |
| A MAN and his son were once going with their Donkey to market. As they were walking along by its side a countryman passed them and said: “You fools, what is a Donkey for but to ride upon?” | 1 | |
| So the Man put the Boy on the Donkey and they went on their way. But soon they passed a group of men, one of whom said: “See that lazy youngster, he lets his father walk while he rides.” | 2 | |
| So the Man ordered his Boy to get off, and got on himself. But they hadn’t gone far when they passed two women, one of whom said to the other: “Shame on that lazy lout to let his poor little son trudge along.” | 3 | |
| Well, the Man didn’t know what to do, but at last he took his Boy up before him on the Donkey. By this time they had come to the town, and the passers-by began to jeer and point at them. The Man stopped and asked what they were scoffing at. The men said: “Aren’t you ashamed of yourself for overloading that poor Donkey of yours—you and your hulking son?” | 4 | |
| The Man and Boy got off and tried to think what to do. They thought and they thought, till at last they cut down a pole, tied the Donkey’s feet to it, and raised the pole and the Donkey to their shoulders. They went along amid the laughter of all who met them till they came to Market Bridge, when the Donkey, getting one of his feet loose, kicked out and caused the Boy to drop his end of the pole. In the struggle the Donkey fell over the bridge, and his fore-feet being tied together he was drowned. | 5 | |
“That will teach you,” said an old man who had followed them:
|
Saturday, May 4, 2019
Beratur, menunggu
Sesungguhnya tak Ada manusia yang suka beratur menunggu.
Ke Ada?
Tapi ada yang boleh menunggu
Kenapa?
Sebab Dua nak. Dia nak benda tu samapai dia sanggup tunggu.
Tak kisah panas, penat, lenguh kaki
Bersesak, busuk, melekit
Pun tak apa? Sebab?
Dia nak.
...pokoknya...manusia ni kena Ada kehendak. And everything else isn't matter.
Yang penting nak dengan tak nak jer.
Ke Ada?
Tapi ada yang boleh menunggu
Kenapa?
Sebab Dua nak. Dia nak benda tu samapai dia sanggup tunggu.
Tak kisah panas, penat, lenguh kaki
Bersesak, busuk, melekit
Pun tak apa? Sebab?
Dia nak.
...pokoknya...manusia ni kena Ada kehendak. And everything else isn't matter.
Yang penting nak dengan tak nak jer.
Subscribe to:
Posts (Atom)

